Sabtu, 24 Januari 2009

KAJIAN KRITIS JURNAL UNTUK TERAPI


”A randomized, placebo-controlled trial of corticosteroids for hyperemesis due to pregnancy.”


Diambil dari

The American College of Obstetricians and Gynecologists 2003;102:1250-4

Nicole P. Yost,MD, Donald D. Mc Intire,PhD, Frank H. Wians Jr, PhD, Susan M. Ramin, MD, Jody A. Balko, snd Kenneth J. Leveno, MD








Oleh:

dr husnul abid
Stase Ginekologi 1


Pembimbing : Prof. dr. H. Moh. Hakimi, PhD, SpOG(K)












BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FK UGM/RS SARDJITO
YOGYAKARTA
2006
Corticosteroids untuk terapi hyperemesis dalam kehamilan



ILUSTRASI KASUS

Seorang G2P1A0, 27 tahun, hamil 10 minggu datang ke unit gawat darurat dengan keluhan mual dan muntah. Pasien merasakan keluhan ini sejak usia kehamilan 8 minggu, 3 hari terakhir ini keluhan dirasakan semakin berat. Dalam sehari pasien hanya bisa makan 4-5 sendok dan minum sedikit-sedikit. Saat ini pasien mengeluh sangat lemas, berat badan turun lebih dari 5% dibanding sebelum kehamilan. Pasien juga mengalami keluhan serupa pada kehamilannya yang terdahulu. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya hiponatremi, hipokalemi dan ketonemia, ditegakkan diagnosis hiperemesis gravidarum. Pasien ini 1 hari yang lalu pernah berobat ke SpOG dan diberi obat prometazine tetapi keluhan tidak berkurang. Diputuskan opname, dilakukan rehidrasi dengan pemberian cairan D5, Ringer Laktat dan Kaen Mg3. Terapi anti emetik diberikan metoklopramide intravena, setelah menjalani perawatan 3 hari pasien diperbolehkan pulang. Tetapi 2 hari kemudian pasien datang lagi ke rumah sakit dengan keluhan yang sama.




KAJIAN KRITIS

I. Components of foreground question (PICO)
1. Patient and the problem : wanita hamil trimester pertama dengan hiperemesis Gravidarum
2. Intervention: prometazine, metoclopremide dan corticosteroids
3. Comparison: prometazine, metoclopramide dan placebo
4. Outcome of interest: penurunan jumlah wanita yang kembali masuk rumah sakit dengan gejala hiperemesis gravidarum

II. Pertanyaan penelitian
Apakah pemberian tambahan cortocosteroids lebih efektif pada terapi dengan prometazine dan metoclopramide untuk mengatasi hiperemesis gravidarum dibandingkan dengan hanya diberikan prometazine, metoclopramide dan placebo


Are the results of this single preventive or therapeutic trial valid? Yes
Was the assignment of patients to treatments randomized?
And was the randomization list concealed?
Yes
Were all patients who entered the trial accounted for at its conclusion?

And were they analyzed in the groups to which they were randomized?
No
Lost of follow up 12,5%
No
Were patients and clinicians kept “blind” to which treatment was being received?
Yes
Aside from the experimental treatment, were the groups threated equally?
Yes
Were the groups similar at the start of the trial?
Yes


Sample calculation:
Outcome of persistent or recurrent hiperemesis gravidarum
Relative Risk Reduction (RRR)
Absolute Risk Reduction (ARR)
Number Needed to treat (NNT)
Control Event Rate (CER)
Experimental Event Rate (EER)
CER – EER
CER
CER - EER
1/ARR
35
34
0,028
1%
100


Number Needed to Treat (NNT) adalah 100 yang berarti bahwa dibutuhkan 100 kasus yang diterapi prometazine plus metoclopramide untuk mendapatkan tambahan 1 kasus rehospitalization yang mendapat terapi prometazine plus metoclopramide plus cortocisteriods


Can you apply this valid, important evidence about a treatment in caring for your patient?
Do these results apply to your patient? No
Is your patien so different from those in the trial that its result can’t help you?
No
How great would the potential benefit of therapy actually be for your individual patient?
No
Are your patient’s value and preferences satisfied by the regimen and its consequences? No
Do your patient and you have a clear assessment of their values and preferences?
No
Are they met by this regimen and its consequences?
No






KESIMPULAN KAJIAN

Penambahan corticosteroids parenteral maupun secara oral pada wanita dengan hiperemesis gravidarum tidak mempunyai efek yang bermakna baik kemanfaatannya maupun kerugiannya pada hiperemesis maupun pada kehamilan itu sendiri.

Secara keseluruhan kesimpulan dari penelitian ini adalah:
Valid
Important
Not applicable

Sehingga jawaban dari pertanyaan klinis yang diajukan sebelumnya adalah:
Penambahan corticosteroids pada terapi hiperemesis gravidarum dengan pemberian metoclopramide dan prometazine tidak berbeda secara bermakna dibandingkan dengan penambahan placebo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar